Ujian untuk Persahabatan Sejati

Judul Novel: The Gogons, James and Incredible Incidents
Penulis : Darwis Tere Liye
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Jumlah Halaman: 287 halaman
Tahun Terbit : 2006
Soft Cover

Cover Depan Novel

Beberapa hari yang lalu, saya baru saja menamatkan novel ini. Sebenarnya beli novelnya sudah lama, mungkin setahun lalu saat ada bazar buku murah. Waktu itu saya beli novel ini seharga Rp 20.000 saja, kalau harga aslinya, kurang tahu juga. Novel ini cukup unik dan berbeda dari novel-novel karangan Tere Liye lainnya. Tere Liye sudah menciptakan belasan novel dan hampir semua karyanya best seller (kapan ya saya seperti Beliau?). Beberapa novel Tere Liye yang sudah saya baca antara lain Daun yang Gugur Tidak Pernah membenci angin, Rindu, Bidadari-Bidadari Surga, Moga Bunda Disayang Allah dan Hafalan Solat Delisha. Ciri khas novel-novel Tere Liye umumnya berkisah tentang kehidupan keluarga dan alur ceritanya dibuat mellow. Tapi The Gogons ini justru lucu dan jalan ceritanya cukup mengejutkan.



Awalnya saya tidak terlalu tertarik untuk membaca novel ini, malah menganggap kalau saya salah beli novel. Karena ceritanya tentang persahabatan, yang ada di pikiran saya mainstream banget pasti ceritanya. Namun saya jadi penasaran setelah membaca sinopsis yang tertulis 'Mereka awalnya berenam, entah berapa lah di ujung cerita!' What kind of incidents that break the friendship? Itulah yang terlintas dalam benak saya. Cara bercerita penulis agak berbeda, karena biasanya cerita berawal dari konflik lalu berangsur-angsur reda konfliknya. Tapi di cerita ini, permasalahan justru bertubi-tubi datang. Saat membacanya, saya sampai tidak bisa rileks karena ikut terbawa resah karena masalah mereka (*tsaaah), namun sayangnya di awal jalan ceritanya agak membosankan. Jadi begini ceritanya.......

Ada 6 cowok metroseksual yang dipersatukan oleh persamaan huruf pertama nama masing-masing saat masih kuliah yaitu huruf A. Yang pertama A. James, huruf A di depan itu tidak ada kepanjangannya. Just A aja (aneh kan? haha), Azhar Kuntoaji (Azhar), Adi Surya (Adi), Ari Nur Rahman (Ari), Ahdi Ardli Budi Asmoro (Diar) dan Anandito Budi Nugraha (Dito). Tapi panggilan mereka tentu saja berbeda-beda. Mereka berenam mempunyai tabiat yang bermacam-macam, James terkenal sebagai playboy, Azhar pemalu tapi terkadang suka nekat, Ari yang cerdas namun agak pendiam, Adi yang paling dewasa dan agak bijak, Diar yang suka bercanda dan Dito yang paling aneh (nyeleneh). Perbedaan itulah yang membuat persahabatan mereka tetap terjalin dengan baik hingga mereka memasuki dunia kerja. 

The Gogons sendiri adalah nama gang mereka yang berasal dari kebiasaan mereka memanggil satu sama lain dengan kata pengganti Gon. Kehidupan mereka awalnya terlihat sempurna dan cenderung terlalu menyenangkan. Mereka memiliki pekerjaan yang mapan (maklum lulusan Fakultas dan Universitas Unggulan). Ah iya, dalam cerita ada tokoh tambahan seperti Citra, Dahlia, Made, Weni dan Dokter Psikologis (akan diceritakan nanti). Kebahagiaan semakin bertambah saat salah satu anggota genk yang bernama Adi menikah dengan Made yang merupakan anak bangsawan Bali. Mereka berlibur bersama ke Bali bahkan ikut juga sahabatnya bulan madu hingga ke Pulau Komodo. Setelah beberapa lama kesenangan itu berlangsung, mulai lah masalah datang silih berganti menimpa semua anggota genk. 


Diawali dengan James yang sering bermimpi buruk dan aneh yang selalu berhubungan dengan warna jingga. Hanya James yang tidak ikut mengganggu acara bulan madu karena dia harus kembali ke Jakarta untuk memenuhi janji dengan gadis yang sudah diincarnya untuk jadi pacar sementara. Namun di penerbangan itu justru James berjumpa dengan gadis yang menjadi cinta masa kecilnya yang bernama Weni. Namun sayangnya James lupa menanyakan alamat atau sekedar nomer HP-nya yang kemudian membuat James penasaran dan mencari segala informasi tentang Weni.


Lalu ada Diar yang tak pernah mendapat pengakuan dari keluarga meskipun dia sudah berjuang menjadi orang yang sukses dalam pekerjaan. Hingga pada suatu hari, dia merasa ada yang tidak beres dengan tubuhnya. Ia ternyata bermasalah dengan kadar gulanya yang cukup tinggi (diabetes akut) dan divonis dokter tidak akan hidup lama. Sementara itu, Azhar mempunyai masalah percintaan yang menggelikan, dia tidak berani mengungkapkan rasa sukanya pada tetangganya sendiri yaitu Dahlia. Ironisnya di saat Azhar sudah menyatakan cintanya, sebuah petaka menimpa mereka berdua. Mereka harus mengalami kecelakaan motor saat hubungan mereka justru sudah semakin dekat. Ari yang mempunyai masa lalu yang gelap akibat perceraian kedua orang tuanya. Adi bermasalah dengan istri dan mertuanya hingga nyaris bercerai. Terakhir, Dito yang tergila-gila pada cewek Ausie bernama Savana hingga terjebak dalam sindikat narkoba. Persahabatan mereka retak, ternyata masalah-masalah tersebut justru membawa berkah bagi James. Berbagai rangkaian konflik itu mengantarkan James untuk bertemu lagi dengan Weni dan mulai menjalin lagi kisah cinta yang tertunda dengan Weni. 





Keunggulan Novel


Tere-Liye menyajikan cerita dengan detail ceritanya sehingga pembaca merasa seperti ada di tengah-tengah para tokoh dan ikut merasakan apa yang mereka rasa. Novel ini juga memberikan banyak pengetahuan baru, seperti ilmu psikologi dan pelajaran hidup tanpa merasa digurui. Tere berhasil membuat alur cerita yang di luar dugaan. Ditambah lagi ada beberapa kata-katanya tentang hujan membuat saya terenyuh. Sebagai pecinta hujan, bagian dari novel itu merupakan bagian teristimewa.



Bagian terfavorit :D

Kekurangan Novel


Kekurangannya ada pada bab-bab awal. Caranya menceritakan cukup membosankan di awal. Rasanya ingin melupakan saja bagian awalnya namun ada bagian cerita yang juga memiliki benang merah dengan cerita pada bab-bab selanjutnya. Selain itu juga ada beberapa adegan atau cerita yang kurang masuk akal, mungkin saat membaca jadi senyum-senyum sendiri karena kejanggalan tersebut. 

But overall, novel ini cukup pantas untuk dibaca, karena banyak memberikan pelajaran hidup. Saya sempat merenung sedikit tentang kehidupan saya. Buat kalian yang ingin tahu tentang arti sebuah pengorbanan dan persahabatan maka bacalah novel ini. Untuk yang sedang suntuk, novel ini juga bisa membuat kamu nyengir atau senyum-senyum sendiri. 





Selamat Membaca.... Cintai karya anak bangsa ^__^

Komentar

  1. Wess panjang banget aku mah males bikin sepanjang itu wkwkw

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hey Odil... Dilarang malas, harus banyak membaca biar wawasannya luas...

      Hapus
  2. Hallo, Mba, sy cari novel ini udah lama, namun sepertinya sdh tdk terbit lg. Apa blh sy dapet copy-annya?
    Ini nmr ponsel sy 085777091492 dan ini e-mail sy squidys48@yahoo.com jika mau bantu kontak aja yah.. Psstt jgn blg2 Bang tere, yah? :D

    #MaafOOT

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Outfit Asyik nan Keren untuk Hijabers yang Ingin ke Pantai

Finally Going to Tebing Keraton Bandung

Semi Body Rafting di Curug Naga