Selasa, 15 Desember 2015

Belitong Timpo Duluk, Resto yang Belitong Banget

Assalamualaikum,

Tiba-tiba pengen nulis tentang rumah makan unik yang ada di Belitong. Jangan ngaku pernah ke Belitong kalau belum makan di Resto ini (Galak bener haha). Letaknya di pojok Jalan Mas Daud, bangunannya seperti rumah biasa cuma memang terlihat jadul.




Aku dan teman-teman ke sana untuk makan malam. Awalnya dari depan tampak biasa saja, namun saat masuk ke restonya baru deh berasa kembali ke masa lalu. Seolah-olah masuk ke lorong waktunya Doraemon lalu muncul di suatu masa yang pernah kamu alami (sok dramatis haha). 

Minggu, 29 November 2015

"Sendirian" Ke Pulau Pahawang

Assalamualaikum,

It has been a long time rasanya gak nulis di blog. Ditelan bumi? Bisa dibilang begitu... Tapi lebih tepatnya dijajah rutinitas. Akhirnya aku kembali bercerita tentang liburan aku. Dari judulnya udah tau kan kalau aku mau cerita ke Pahawang. Tapi sebenarnya  aku gak beneran sendiri sih cuma "sendiri". Bingung kan kenapa dikasih tanda kutip? Haha oke lah dimulai aja ceritanya.


Jadi ceritanya udah lama banget nih aku pengen ke Pulau Pahawang.


Kenapa?

Karena aku ingin menamatkan 3 destinasi wisata yang terkenal di Lampung, setelah sebelumnya aku sudah menjejaki langkah di Krakatau dan Pulau Kiluan. Sebenarnya pengen juga ceritain perjalananku di 2 tempat itu tapi rasanya sense of writing buat nulis tentang itu sudah pudar karena trip itu sudah cukup lama berlalu. Nyesel sih kenapa gak dari dulu bikin blog tentang my traveling experience padahal dulu gak sesibuk sekarang (ooopss, jadi curhat).


Well then back to title,

Selasa, 03 November 2015

Rumah Idamanku Bergaya Eropa Klasik

Siapa yang mau memiliki rumah yang mewah dan nyaman?


Pasti semua orang akan menjawab mau, tanpa berpikir panjang.


Rumah merupakan kebutuhan utama manusia setelah makan dan pakaian. Setiap orang pasti pernah bermimpi tentang rumah idamannya. Saya pun begitu terutama saat menonton acara tentang rumah idaman maka imajinasi saya akan bermain dengan riang gembira. Begitu pula saat menonton film, saya sering memerhatikan secara detil rumah yang digunakan sebagai latar tempat. Mulai dari bentuk bangunan hingga dekorasi yang diterapkan pada rumah tersebut. Saya sangat suka menonton film barat karena saya suka sekali melihat dekorasi rumah mereka.

Pagi tadi saya merasa senang saat membaca email. Saya mendapat tawaran untuk mengikuti lomba blog sekaligus mengikuti quiz singkat tentang Apa tipe rumah idaman Anda? oleh Flipit Indonesia yang bekerja sama dengan Lazada. Quiz ini benar-benar membangkitkan kembali impian saya tentang rumah idaman di masa depan. Selama mengisi quiz ini, saya rasanya tidak ingin berhenti karena quiz ini mengasikkan untuk saya.

Pertama, saya harus memilih gambar rumah yang paling menarik bagi saya. Jawaban saya tertuju pada bangunan terakhir yang memperlihatkan rumah bertingkat yang dicat dengan putih. Menurut saya, rumah berwarna putih memberikan efek cerah namun tetap teduh. Saya teringat drama Korea kesukaan saya yang berjudul Full House. Rumah yang digunakan pada film itu benar-benar didominasi warna putih dan lokasinya di pinggir pantai. Benar-benar rumah idaman saya. Pasti sangat membahagiakan jika setiap pagi bisa mendengar deburan ombak. Selain itu saya juga bisa melihat matahari terbenam di halaman rumah yang tidak jauh dari pantai.

Rumah yang mendekati gambar di Quiz (Tampak Depan)
sumber: 
http://aguswahyudin.files.wordpress.com/2009/03/rumah-modern-eropa.jpg

Minggu, 01 November 2015

Ujian untuk Persahabatan Sejati

Judul Novel: The Gogons, James and Incredible Incidents
Penulis : Darwis Tere Liye
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Jumlah Halaman: 287 halaman
Tahun Terbit : 2006
Soft Cover

Cover Depan Novel

Beberapa hari yang lalu, saya baru saja menamatkan novel ini. Sebenarnya beli novelnya sudah lama, mungkin setahun lalu saat ada bazar buku murah. Waktu itu saya beli novel ini seharga Rp 20.000 saja, kalau harga aslinya, kurang tahu juga. Novel ini cukup unik dan berbeda dari novel-novel karangan Tere Liye lainnya. Tere Liye sudah menciptakan belasan novel dan hampir semua karyanya best seller (kapan ya saya seperti Beliau?). Beberapa novel Tere Liye yang sudah saya baca antara lain Daun yang Gugur Tidak Pernah membenci angin, Rindu, Bidadari-Bidadari Surga, Moga Bunda Disayang Allah dan Hafalan Solat Delisha. Ciri khas novel-novel Tere Liye umumnya berkisah tentang kehidupan keluarga dan alur ceritanya dibuat mellow. Tapi The Gogons ini justru lucu dan jalan ceritanya cukup mengejutkan.


Sabtu, 24 Oktober 2015

Finally Going to Tebing Keraton Bandung

Assalamualaikum,

Lama tak menulis, rutinitas sangat "membunuhku"... heuheu..

Kali ini mau nulis yang singkat aja tentang one day trip ke Bandung. Salah satu destinasi yang kutuju adalah Tebing Keraton. Maaf ya sedikit norak karena memang aku suka gitu. Biasanya aku males ke tempat yang lagi ngehits banget. Alasannya ya karena gak asyik aja ke tempat yang banyak banget orangnya. Gak bisa nikmatin suasana apalagi pemandangannya, susah buat foto juga.. hehe

Oke karena kupikir Tebing Kraton udah gak terlalu hits jadi aku putuskan ke sana sekitar 2 bulan yang lalu. Aku pergi ke sana tadinya mau sendirian aja tapi kok garing amat ya? Akhirnya aku putuskan untuk ikut trip yang diadain sama travel organizer. Alhamdulillah anak soleha mah banyak aja yang mau nemenin. Akhirnya aku punya banyak temen baru deh... Yiipiiiii.....


Eeeeng iiiing eeeeng.................


Minggu, 30 Agustus 2015

Outfit Asyik nan Keren untuk Hijabers yang Ingin ke Pantai


Assalamualaikum ukhti,

Sudah lama banget rasanya tidak menulis di blog. Apalagi alasannya kalau bukan karena kesibukan sehari-hari. Sebelumnya aku mau curhat dulu nih. Karena udah lama gak nulis jadi bingung deh mau nulis apa.. Pernahkah kalian merasakan hal yang sama?

Akhirnya ide untuk nulis tentang outfit yang asyik dipakai untuk ke pantai muncul setelah melihat-lihat koleksi foto-foto travelingku. Gak ada salahnya aku nulis ini supaya sedikit me-refresh memori tentang laut, pasir, dan ombak.

Pada dasarnya kita memakai pakaian itu harus nyaman. Mau baju itu bagus kayak apa pun kalau kita pakai gak nyaman, mending ga usah dibeli apalagi dipakai deh... So buat kita sebagai hijabers yang memang sudah menutup aurat hendaknya kita memakai baju yang super nyaman kalau mau ke pantai terutama jika ingin menyelam ke laut (entah hanya snorkeling atau diving)..

Catatan penting untuk para hijabers, jangan sampai membuka hijab atau jilbab kita ya jika ingin berenang atau menyelam ke laut. Karena kita sudah berazzam atau berniat untuk menutup aurat maka di mana pun (tentunya di luar rumah) dan kapan pun kita berada jika ada lawan jenis yang bukan mahram kita ya kita harus pakai terus jilbab kita...

Oke ini dia beberapa jenis pakaian yang biasa aku pakai kalau ke pantai biar asyik tapi tetap keren..

Check them out ladies.... !!!!!!!!!


Rabu, 05 Agustus 2015

Marvelous Trip With Garuda Indonesia

Hai langit,


Berawal dari Mei 2015, seorang teman mengajak saya untuk liburan saat libur Idul Fitri. Tak tanggung-tanggung, dia mengajak saya untuk eksplor NTT. Destinasi yang sudah saya idamkan sejak lama. Kegalauan sempat melanda karena orang tua mengajak untuk mudik lebaran. Namun akhirnya saya mengiyakan ajakan teman saya itu dengan syarat dia yang mencarikan tiket pesawat. Dia mulai menantau terus pergerakan harga tiket.

Libur Idul Fitri sudah pasti harga tiket pesawat tidak bisa murah seperti harga biasanya. Kami sedikit memutar otak untuk menyiasatinya. Kebetulan Flores yang menjadi destinasi utama kami. Tetapi harga tiket pesawat ke Labuan Bajo sangat mahal. Akhirnya kami mendapat ide untuk mengambil penerbangan ke Lombok dan sampai ke Flores melalui jalur laut dengan paket wisata yang disediakan sebuah agen wisata.

Teman saya pun memberikan kabar gembira. Ternyata penerbangan Jakarta-Lombok dengan Garuda Indonesia cukup murah, ditambah lagi waktunya sangat pas dengan rencana trip kami. Tak usah menunggu lama, kami segera booking dan bayar penerbangan itu. Lega rasanya sudah memegang tiket pesawat. Tak sabar menunggu hari itu tiba. Otak saya sudah dipenuhi oleh imajinasi tentang liburan.



Yup akhirnya 19 Juli 2015 itu tiba.



Kamis, 09 Juli 2015

My Baby Girl is Nikita


Assalamualaikum,


Aku lagi senang nih... Senang kenapa coba? Tentunya karena si Nikita....


Pasti kalian mengira nikita itu anak bayi perempuan kan?


Nikita yang aku maksud adalah pocket camera yang bisa digunakan untuk underwater.. Yeaay finally I got you baby girl... I call it baby girl because the colour is pink, which is so girly... hehehe

Butuh perenungan panjang untuk akhirnya membeli kamera ini.. Alasan pertama tentunya karena uang.. hehe.. Budget untuk beli kamera nyaris tak ada karena sudah aku sisihkan untuk traveling selanjutnya guys... Namun kenyataannya lain, pocket camera ku yang lama rusak, mau tak mau aku harus menyisihkan budget untuk beli kamera baru... Walaupun punya kamera DSLR, aku selalu butuh pocket camera untuk trip yang gak memungkinkan aku bawa Si Nickhun (kamera DSLR ku)..


Mari kuperkenalkan anak-anak kesayanganku...


Senin, 29 Juni 2015

Numpang Makan Siang di Curug Ciherang


Assalamualaikum,,


Mau ke mana kita?


Ke Jonggol.....


Memang benar lho waktu itu aku dan teman-teman pergi ke Jonggol. Emang ada apa sih di Jonggol?

.
Ada Curug pemirsa.. Namanya Curug Ciherang...


Sebenernya gak tau juga sih alasan kenapa Curug Ciherang yang dipilih jadi tempat ngumpul "tutut family" .. Oh iya by the way, tutut family itu isinya anak-anak gokil yang suka banget naik gunung,. Walaupun mereka suka juga sama pantai tapi mereka anak gunung banget,.. well then back to topic...

Gagasan ini tercipta karena kami lagi pengen banget ngumpul.. Ceritanya reunian pasca mendaki gunung Ciremai (nanti kalau udah ada mood aku bikin cerita saat kami ke Ciremai)

Waktu itu (lupa tepatnya kapan) aku dan mereka berangkat ke sana. Ada yang naik mobilnya Surya, ada juga yang naik motor.. Perjalanan lumayan jauh, soalnya kami ngobrol ngalor ngidul belum sampe juga.. Lewatin jalan yang bagus sampe yang jelek berbatu... Salut sama cowok-cowok yang kuat naik motor dengan jalanan yang gak asyik kayak gitu.. hihiii.... Kurang lebih 2 jam perjalanan, akhirnya kami sampai di lokasi...

Ada kejadian lucu banget lah.. Begitu sampe, cowok-cowok pada turunin barang dan semua langsung ngakak liat kompor sama galon.. Itu kerjaannya si Surya, tapi akhirnya cowok-cowok itu mau aja bawa perabotan gak penting itu yang baru kami sadari setelah selesai makan siang (waktu itu bukan bulan Ramadhan)... Bener-bener aneh, backpacker yang sering ke gunung, yang biasanya bawa barang ngepas padahal perjalanan bisa 4 hari bahkan seminggu, justru pergi ke curug doank bawa barang-barang gak penting cuma untuk 1 hari (beberapa jam saja sebenernya)... hahaha


ini dia penampakan kompornya

Minggu, 14 Juni 2015

Alasan Kenapa kamu HARUS ke Bromo

Assalamualaikum,

Akhirnya bisa nulis lagi.. Kali ini pengen nulis tentang Bromo.. Walaupun aku ke Bromo udah cukup lama yaitu sekitar 3 tahun lalu tapi ga apa-apa donk ya, sekalian flashback alias nostalgia...FYI, Bromo merupakan starting point saya menjadi penggila traveling.. Kalau dulu traveling itu bukan kebutuhan pokok tapi sekarang traveling itu masuk ke daftar kebutuhan primerku... hehehe


Waktu itu aku ke Bromo bersama seorang teman yang ngajakin ikut open trip sebuah travel organizer.. Berkat open trip itu aku jadi punya keluarga baru yang bernama Genk Gahoel.. Aku pernah cerita sekilas tentang geng gahoel di postingan sebelumnya yang berjudul Kereta itu bernama Matarmaja..


Bromo itu gak usah diragukan deh keindahannya. Kalau kalian belum pernah ke sana tuh rugi.. Bromo menurutku udah jadi icon wisata Indonesia, gambarnya selalu bersanding dengan Candi Borobudur yang udah ngehits dari jaman aku kecil...





Sabtu, 23 Mei 2015

Petualangan Lucu dan Reuni Cantik di Gunung Prau (2565 MDPL)



Assalamualaikum,


Hiking kali ini sedikit berbeda....

Iya berbeda karena hiking ini jadi ajang reunian cantik bersama teman-teman kos sekaligus teman kerjaku dulu.. Gak nyangka juga bisa jadi begini... Awalnya my silly friend, nurhayati alias nuy atau aku manggilnya "ndronuy" ngajakin ke Prau.. Karena ada misi yang belum tercapai sebelumnya maka aku menyetujui ajakannya. Gak disangka si nuy ngajak mba rere, lalu mba rere ngajak umu yang mereka semua itu adalah sahabat-sahabatku yang juga teman kos dulu...

Emang dasar rada-rada alias silly, Si Nuy sempet-sempetnya bilang gak jadi ikut 2 hari sebelum hari keberangkatan.. Siapa juga yang gak kesel, tapi akhirnya memaklumi lah punya temen rada sengklek kayak dia.. hahahaha... Dan bener aja, Jumat pagi yang mana malemnya adalah waktu keberangkatan dia bilang jadi ikut... Tapi kami bertiga pura-pura gak tau aja kalo si semprul jadi ikut...

Banyak kejadian lucu yang terjadi.. Si Nuy kena batunya, gara-gara rese bilang gak jadi ikut segala, akhirnya dia sampe Wonosobo duluan sekitar jam 3 yang harusnya baru sampe pagi sekitar jam 6 atau jam 7 dari Bandung.. Katanya mamang supirnya ngebut pisan jadinya dia sampe super cepat... Alhasil dia harus nunggu lama banget di Terminal Wonosobo ampe jam 9 pagi kalo ga salah... oh iya kalau aku dan yang lain kebetulan berangkat dari Jakarta naik kereta ke Purwokerto, abis itu nyambung naik bus semacam kopaja..

Kopajanya ngebut, sampe akhirnya jemput umu di Banjar, kejadian lucu dan nyebelin kembali terjadi... Saking ngebutnya ternyata knalpot kopaja itu patah, akhirnya jalannya pelan-pelan sambil supirnya mencari bengkel di pinggir jalan. Akhirnya nemu bengkel di Wonosobo.. Proses perbaikan lumayan lama, ampe bikin bete, apalagi si nuy yang udah nungguin dari malem pasti lebih bete karena dia sendirian.. hahaha... bikin ngakak deh kalo inget kejadian itu...

Setelah istirahat sebentar dan makan siang, akhirnya jam 2 siang kami memulai pendakian... Starting point kami adalah Petak Banteng... Bagi yang belum pernah mendaki Prau.. Dari awal pendakian saja sudah bikin nafas tersengal-sengal lho treknya.. Diawali dengan ratusan atau mungkin ribuan anak tangga, lalu dilanjutkan dengan trek tanah dan bebatuan yang terjal.. Tapi tenang saja, pendakian tidak terlalu lama kok, hanya 3-4 jam saja... Sayangnya, pendakian kami ditemani dengan rintik-rintik hujan yang semakin ke atas semakin deras... jalan yang kami lalui semakin licin sehingga kami harus ekstra hati-hati...

Trek menuju Pos 1
Trek Setelah Pos 1

Kamis, 30 April 2015

Pasar Santa, Gak Kenyang, Gak Boleh Pulang

Siapa yang belum pernah ke Pasar Santa?

Itu pertanyaan yang paling nyebelin dari temen waktu aku belum ke Pasar Santa. Berasanya gak gaul gitu kalau belum ke sana. Penasaran? Bangeet.. Kayak apa dan ada apa aja sih di sana? Kok kayaknya ngehits banget pasar itu...

Akhirnya dua minggu yang lalu, aku menyempatkan diri ke sana bareng kedua teman dekatku. Walaupun masih buta arah sebenarnya di mana letaknya, aku tetap pede menyetir dengan bermodalkan GPS. Di era teknologi kayak sekarang, ga usah takut nyasar, pasti  ketemu kok walaupun nyasar dikit... hehehe....

Akhirnya sampai juga di daerah yang menurut GPS itu sudah sampai di Pasar Santa. Setelah celingak-celinguk dan bertanya orang, ternyata letaknya agak masuk ke dalam gang komplek perumahan, di belakang swalayan santa. Penampakannya benar-benar seperti pasar tradisional pada umumnya. Sempet bingung, kok di lantai bawahnya cuma ada pedagang-pedagang baju dan tas seperti di Pasar Sunan Giri, Rawamangun. Di mana letak hingar bingar pedagang makanan yang super hits itu? Ahaa.. baru inget kalau kedai-kedai makanan ada di lantai 2..

Dan benar saja ada beberapa kedai makanan yang sudah buka tapi belum buka semua. Saya datang sekitar jam 12 atau jam 1 gitu dan masih cukup sepi. Iseng nanya sama pedagang yang udah buka lapak, ternyata pasar ini baru ramai yang dagang minimal jam 2 siang karena pasar akan berlangsung hingga lewat tengah malam di akhir pekan.. Oh iya saat di lantai 2 itu, udah gak berasa ada di pasar tradisional karena kedai-kedainya lumayan lucu dan ada musik-musik ala cafe gitu... Lumayan cozy dan tentunya makanannya itu lho yang bikin ngiler... Tapi harganya lumayan mahal juga sih.. Jadi harus siap-siap kocek ya.. Ingeet.. Gak kenyang Gak Boleh Pulang... hehehe...

Oke waktunya makan.. Kebetulan kami dapat meja dan kursi yang dekat dengan kedai makanan ala-ala Jepang yang menyediakan okonomiyaki, takoyaki, sushi, dll yang aku gak begitu ingat. Akhirnya aku beli takoyaki aja untuk menu pembuka. Takoyakinya ada beberapa rasa lho yaitu gurita (sudah biasa), udang, cumi, dan keju. Nah akhirnya saya pesan keju dan cumi karena beda dari biasanya. Pelayanannya cukup cepat, tak lama kemudian takoyaki datang bersamaan dengan temanku  yang membawa es krim. hmmm... yummy... siang-siang begitu makan es krim dan takoyaki....


Takoyaki dan es krim.. yummy...

Rabu, 29 April 2015

Semi Body Rafting di Curug Naga

Hello travelers,


Pernah denger tentang Curug Naga?


Bagi yang belum tau atau belum pernah denger sama sekali tentang Curug Naga, saya mau sedikit cerita nih tentang Curug Naga. Jujur saya juga awalnya belum pernah sama sekali mendengar nama tempat wisata ini. Saya tau tempat ini dari seorang teman yang mengajak untuk wisata ke sana.

Tempat ini lumayan bagus untuk dikunjungi saat akhir pekan. Karena lokasinya yang cukup dekat, maka tempat ini bisa dijadikan salah satu destinasi weekend Anda. Lokasi Curug Naga di Mega Mendung, Puncak, Bogor, Jawa Barat. Dekat kan? Tapi jika akhir pekan dipastikan jalur ke tempat itu akan sangat macet. Untungnya saya ke sana saat hari kerja, jadi hanya butuh 1,5 jam saja dari Jakarta untuk sampai ke lokasi Curug Naga.

Tunggu, jangan langsung males dulu ya dengar kata "Curug". Pasti yang Anda bayangkan itu air terjun yang berada di atas gunung kah? Lalu Anda akan males duluan, karena membayangkan harus mendaki gunung untuk sampai ke curug. hehehe.. itu juga yang saya bayangkan sebelum ke tempat ini. Tapi tenang saja, untuk sampai ke lokasinya, kita hanya perlu jalan santai dan tidak capek karena treknya sudah bagus dan dibuat rapi bertangga.  Jadi kita turun dulu untuk sampai ke tempat lokasi, pulangnya baru harus naik tangga-tangga (pulangnya pe-er sih, hehehe).. selain itu kita akan mendapat bonus pemandangan yang indah, hutan pinus seperti di Nami Island Korea Selatan (hihiii.. lebay dikit)..


Hutan pinus di sepanjang trek menuju lokasi
Jalanan sudah berbatu dan cukup tertata rapi






Minggu, 12 April 2015

Stone Garden Bandung, Keindahan Masa Lampau yang Enggan Pergi

What's up traveler?


Sudah weekend lagi nih. Bingung mau ke mana saat weekend ? Pengen keluar dari Jakarta tapi ga mau yang terlalu jauh?


Stone Garden yang ada di Bandung (Padalarang) lah jawabannya.....


Tempat ini lagi happening lho. Tapi belum seheboh Tebing Keraton sih yang ampe dibilang "Bukit Instagramnya Urang Bandung". Nah karena belum seramai Tebing Keraton maka aku pilih tempat ini untuk melepas penat dan galau (*eh curcol)... hahaha... Cuma aku yakin deh, beberapa bulan lagi tempat ini bakal lebih rame dan ngehits, makanya abis ini mau lanjut pamer ke instagram deh biar jadi trending topic juga tempat ini... (By the way instagram ku : @renayku silakan difollow ya => promosi dikit).

Ada teman yang orang Bandung aja masih nyari-nyari lho ini Stone Garden tuh di mana sih rimbanya?? hehe.. Just FYI bro and sis, letaknya tuh di Kampung Girimulya, Desa Gunung Masigit Kecamatan Cipatat Kab. Bandung Barat.

Kalau naik mobil maka pilih tol Purbaleunyi, keluar tol Padalarang menuju arah Cianjur, setelah keluar tol arahkan kendaraan menuju kawasan Tagog Apu lalu lurus terus tapi jangan melaju terlalu kencang karena di sebelah kanan jalan terdapat gapura berwarna hitam menuju kawasan Utama Stone Garden dan Goa Pawon. Kalau angkutan umum kurang tahu, cuma sekilas melihat ada bus bertuliskan "Sukabumi - Bandung via Cianjur" tuh lewat persis depan lokasi Stone Garden ini. Masih bingung juga? Ya udah coba aja lanjut jalan aja terus pake GPS atau navigator, gak usah takut nyasar di era teknologi modern kayak sekarang.

Stone Garden dan Goa Pawon memang menjadi satu kesatuan. Enaknya sih ke Goa Pawon dulu lalu ke Stone Garden. Jadi saya sarankan untuk mengeksplor Goa Pawon dahulu baru naik ke Stone Garden. Eittss hati-hati, kalau kalian gak biasa nanjak atau naik gunung lebih baik naik mobil terus keluar area, pindah ke lokasi parkiran Stone Garden, Tapi untuk yang suka petualangan, lumayan lah trekking aja ke atas, jalurnya mirip prau, nanjak terus...


Jumat, 03 April 2015

5 big dreams for 5 years later with Casa Elana for IHB Blog Post Challenge

Assalamualaikum Blogger,

Tadi pagi aku melihat posting dari IHB di instagram tentang IHB Blog Post Challenge bersama Casa Elana (http://www.casaelana-shop.com) dengan tema 5 impian untuk 5 tahun ke depan. Aku jadi penasaran kira-kira seperti apa ya lombanya? Tak perlu berlama-lama, aku segera menyimak ketentuannya di blog IHB. Aku merasa benar-benar tertantang untuk mengikutinya. Jadi segera aku mengetik dan publikasikan tulisanku ke blog pribadiku hari ini juga.



Jika ditanya apakah kamu punya impian? Tentu saja aku punya..

Berapa jumlahnya? Banyak.. Terkadang aku sampai bingung mau apa dan bagaimana untuk mewujudkannya?

Karena terlalu banyak maka aku harus menyeleksinya agar impianku itu menjadi mudah untuk diwujudkan.

Come on wake up, it's time to be more focus babe..!!!

Challenge ini benar-benar membuatku berpikir bahkan merenung. Benakku mengiyakan, "hmm benar juga ya, kalau kebanyakan impian jadi ga fokus, kalau cuma 5 impian untuk 5 tahun berarti kan aku hanya perlu mewujudkan paling tidak 1 impian selama 5 tahun", pikiranku kian berkecamuk. Tak mudah mengerucutkan impian-impianku yang banyak menjadi 5 saja. 



eng... iing... eeng....

Minggu, 29 Maret 2015

Situs Megalitikum - Gunung Padang

Assalamualaikum traveller,

Here I come back to tell you about my another traveling experience....

On Saturday, 21th March 2015, I went to Cianjur, in West Java. Just like I wrote in the title, I visited Megalithic Site which is known as Situs Gunung Padang. Why the name is Gunung Padang? Padang means bright or shiny especially in the night. In Indonesia we often heard a quote about "Padang Rembulan" which means "Bright Moonlight". Local people say, this hill looks so bright or shiny in the night especially in the full moon time.

This historical site was found in 1825, based on the information from Pak Nanang as the main coordinator of this site. By the way, Pak Nanang is so famous. He often came up on television. I recognized him because I ever watched him on NET TV program called Indonesia Bagus. You can see my picture with him. May be you will recognize him too.. hehe

Me with Pak Nanang on 2nd floor of the hill

Unfortunately, it was raining hard... And of course because of the rain, there was a bad traffic jam along the road. My friends and I just arrived on 4 pm. Then I started to hike the hill on 4.30 pm after the rain stopped to fall. About 10 minutes, we arrived on the hill. We were welcomed by the beautiful fog. I felt like I was in somewhere outside Indonesia. Although Pak Nanang said that the view was not as beautiful as usual because of the fog, but for me it was still amazing. While hiking, it was still raining but it was not hard. I hike the hill while holding the umbrella. It was quite annoying but apparently my pain was healed so fast,. I got a beautiful photo because it was so matching. My umbrella has the same colour with my dress.. hihiii...

Foggy View 


After the rain, I was still using umbrella bcoz it's matching with my dress

Selasa, 10 Maret 2015

Too Good To Be Neglected (Sayang Untuk Disia-siakan)

Rabu, 11 Maret 2015

Hujan masih senang membasahi tanah Jakarta. Aku memilih untuk beristirahat hari ini karena tubuh sudah meronta untuk diberikan haknya. Walau lelah tapi tetap saja tak bisa memejamkan mata. Setidaknya bisa merebahkan tubuh sudah cukup. Lalu tiba-tiba teringat sesuatu yang sudah berlalu. Kunjunganku ke sebuah tempat yang cukup membuka mata dan pikiranku. Aku pandangi foto-foto yang aku bidik sendiri saat acara itu berlangsung.

Tempat yang kumaksud adalah Yayasan Asih Budi di daerah Duren Sawit, Jakarta Timur. Ini adalah sebuah sekolah luar biasa untuk pemuda difabel (berkebutuhan khusus). Kenapa aku menyebutnya pemuda? Karena sebenarnya banyak di antara mereka yang memang sudah tidak anak-anak lagi jika dilihat dari usia. Namun keistimewaan itu yang membuat mereka berperilaku seperti anak-anak. Sekolah ini menyediakan pendidikan untuk pemuda difabel yang setara dengan SMP, SMK, dan bahkan sampai akademi setingkat D3.

Tak henti-hentinya aku berdecak kagum saat pelopor yayasan sedang menjelaskan tentang profil yayasan itu. Kagum kepada Beliau yang luar biasa karena sudah membuat dan mengurus yayasan yang sudah berumur lebih dari 30 tahun. Pasti lah tidak mudah, kegigihan dan keyakinan adalah kuncinya sehingga yayasan ini tetap bertahan.


Pendiri Yayasan Asih Budi (Sungguh Luar Biasa)

Senin, 02 Maret 2015

Orange itu fotogenik

Orange... My favourite colour since I was in the high school...

Entah kenapa ya aku suka warna orange. Mungkin karena warnanya cerah secerah hatiku (apa banget deh ini). Ada yang bilang aku suka warna orange karena aku ikut ekskul yang emang memakai warna orange sebagai identitas. Eehhmmm bisa jadi bisa jadi... tapi tidak tidak... sebelum ikut ekskul itu aku udah suka warna orange kok.. 

Jadi inget seorang teman yang selalu ingat warna kesukaanku ini. Dia bilang orange itu eno banget (eno itu panggilanku saat SMA). Orange itu melambangkan keceriaan, sesuai denganku yang ceria cenderung rame tapi bikin orang nyaman di dekatku (jadi enak eh jadi malu). Secara psikologi warna orange itu memberi kesan hangat dan bersemangat. Warna ini merupakan simbol dari petualangan, optimisme, percaya diri, dan kemampuan bersosialisasi. Voila... gak bermaksud untuk memuji diri sendiri, ternyata orange itu memang aku banget lah...

Okay back to topic...

Sekarang aku lagi suka banget fotografi karena aku punya pacar baru namanya Nickhun.. hahaha kidding.. Nickhun itu panggilan sayangku untuk kamera DSLR Nikon D300 lho.. Buat para fans ga usah cemburu gitu lah... 


Sabtu, 21 Februari 2015

Weekend Get Away to Cirebon (Panduan Singkat)

Februari, bulan yang sangat basah. Jakarta diguyur hujan deras bahkan banjir. Bosan gak sih musim hujan di rumah (read: Jakarta) aja? Itulah yang aku rasakan sebulan ini, antara Januari hingga Februari. Hanya di rumah saja karena langit masih senang menangis. Lalu aku berinisiatif untuk mengajak 2 sahabatku untuk jalan-jalan. Kami bertiga belum pernah jalan jauh bertiga, sebelumnya hanya berakhir pada rencana. Tapi kali ini kami akhirnya merealisasikan rencana kami itu.

Ke mana ya enaknya cuma punya 2 hari (Sabtu  dan Minggu) untuk membunuh rasa bosan sama Jakarta yang kebanjiran mulu? Ahaa... muncul lah ide untuk ke Cirebon. Kenapa Cirebon? karena lokasinya tidak terlalu jauh dari Jakarta dan kebetulan salah satu temanku memang kampungnya di Cirebon. Sambil menyelam minum air, temanku yang sudah lama gak mudik ke Cirebon jadi bisa sekalian mudik dan kami berdua bisa menginap gratis di rumah uwanya. hehehe

Saya menggunakan becak untuk berkeliling kota Cirebon. Alasannya karena lebih praktis dan tidak capek. Kalau naik angkot kita harus ganti beberapa kali angkot. Cuma tentunya naik becak itu lebih mahal. Tapi naik becak itu seru lho, kita bisa melihat pemandangan kota dan kegiatan orang-orang setempat. Selain itu juga kita bisa berbagi rezeki ke tukang becak. Jarang-jarang mereka bisa dapat penumpang istimewa seperti kami (pede banget). Bagi yang suka berjalan kaki ala backpacker tentu saja beberapa tempat wisata dapat ditempuh juga dengan berjalan kaki. Contohnya keraton kanoman dan keraton kasepuhan jaraknya lumayan dekat. Kalau merasa capek dan ingin santai, maka becak adalah yang paling tepat seperti yang kami lakukan. 

Jumat, 06 Februari 2015

Lomba Blog Pegi-Pegi: Wakatobi, Nirwana yang berkilau di Indonesia

Awalnya tidak sengaja saat iseng browsing web pegi-pegi.com saya melihat info lomba bloggers dengan hadiah traveling ke destinasi yang diinginkan di Indonesia. Sebagai bloggers yang hobi traveling, sayembara ini membuat saya tertarik. Tanpa pikir panjang saya segera mencari tempat sepi untuk mencari inspirasi. Lalu mulailah jari-jari tangan saya menari-nari di atas keyboard. Tak sabar rasanya ingin segera mempublikasi tulisan ini ke blog saya yang masih cukup sepi.

Destinasi yang ingin sekali saya kunjungi dan masih termasuk dalam list impian adalah Wakatobi. Saat saya kuliah S1, seorang dosen sering sekali menceritakan tentang keindahan Wakatobi. Dulu Wakatobi belum banyak dikenal, sekarang sudah banyak orang yang tahu sehingga hal ini semakin membuat saya mengidamkan tempat tersebut sebagai destinasi liburan. Terlebih lagi hadiahnya nanti kita akan berlibur bersama Alexander Thian atau @amrazing yang akun instagram dan twitternya saya follow. Pasti akan seru bisa jalan bareng dengannya karena Koko Alex itu terkenal gokil. Selain itu, saya sangat penasaran ingin dengar langsung pengalaman travelingnya yang selalu dia pamerkan di media sosial.

Kenapa aku memilih Wakatobi? Karena Wakatobi itu indah banget. Bahkan Wakatobi disebut Underwater Nirwana. Kekayaan bawah lautnya seperti surga. Ibarat bayi 5 bulan, saya selalu ngeces saat liat liputan atau browsing informasi tentang Wakatobi. Selain bawah lautnya yang indah, pemandangan di atas lautnya juga tak kalah indah. Pulau-pulaunya memiliki pantai yang mempesona serta masyarakatnya memiliki budaya yang eksotis. Saya rasa Wakatobi adalah tempat yang cocok untuk dijadikan destinasi ecotourism.

WAKATOBI adalah singkatan Wangi-wangi, Kaledupa, Tomia, dan Binongko yang merupakan kepulauan yang terletak di Sulawesi Tenggara. Sejak tahun 1996, Kabupaten Wakatobi ditetapkan sebagai Taman Nasional karena keanekaragaman kehidupan bawah lautnya. Terumbu karangnya terjaga dengan baik sehingga menjadi pusat dari segitiga terumbu karang dunia. Dengan demikian, aktivitas yang harus dilakukan jika berlibur ke sana adalah diving (bagi yang punya lisensi), snorkeling yang bisa dilakukan oleh siapa saja dan tentunya jelajah pulau.

Transportasi menuju Wakatobi bisa ditempuh melalui jalur udara yaitu bisa memesan tiket pesawat langsung menuju Kendari atau Bau-Bau. Namun umumnya penerbangan dari beberapa kota harus transit terlebih dahulu di Makasar. Jika saya terpilih untuk traveling ke sana, maka ini akan menjadi pengalaman pertama saya menginjakkan kaki di Pulau Sulawesi.  Tentunya saya tak akan menyia-nyiakan kesempatan jika saya terpilih. Saya akan memaksimalkan liburan saya sembari belajar tentang alam dan kearifan lokal masyarakat setempat.

Sayangnya saya belum mendapat lisensi diving jadi saya tidak bisa diving di sana. Untuk mendapat lisensi diving itu tidak mudah. Harus melalui beberapa kali latihan dan tes yang tentunya sangat menyita waktu. Bagi pekerja seperti saya ini sangat sulit karena jatah cuti yang terbatas. Semoga nanti saya bisa segera ada waktu untuk mengambil tes lisensi diving. Jika tidak ya tak apa yang penting saya masih bisa menikmati suasana pantai dan berkenalan dengan masyarakat setempat. Itu sudah cukup memuaskan hasrat saya sebagai traveler.

Selain wisata alam, di Wakatobi kita dapat juga wisata budaya dan sejarah. Di sana kita dapat mengunjungi beberapa benteng bersejarah dan mungkin juga bisa mendapat kisah terkait dengan benteng-benteng tersebut. Adapun wisata budaya yang bisa dilakukan di sana adalah menyaksikan berbagai pertunjukan tarian khas, mengenal pakaian adat Suku Wakatobi atau Suku Bajau, dan masih banyak lagi. Menuliskannya saja membuat saya terpesona, apalagi jika memenangkan lomba ini dan mendapat kesempatan untuk pergi ke sana. Saya berjanji pasti akan saya ceritakan pengalaman itu dengan selengkap-lengkapnya. I am proud to be Indonesian. Terima kasih Tuhan telah menciptakan negeri seindah ini. 


gambar diambil dari google (tripadvisor.com)

Kamis, 29 Januari 2015

Sang Embung

Pasti kalian mengira aku salah ketik. Seharusnya sang embun kan? Tanpa huruf “g” tetapi aku tidak salah ketik lho. Itu sudah benar penulisannya. Lalu siapa itu embung? Embung adalah panggilan kesayangan untuk ibuku. Aku menemukan julukan itu saat pelajaran biologi di SMA. Saat itu sedang dibahas materi tentang alat pencernaan manusia. Lambung, entah kenapa aku suka mendengar nama alat pencernaan itu. Saat hari itu sepulang sekolah, aku mulai memanggil ibuku dengan sebutan “embung”. Ibuku juga tidak merasa keberatan saat aku mulai memanggilnya seperti itu tanpa bertanya maksudnya apa. Panggilan itu berlaku hingga saat ini. 

Kita semua pasti tahu kan kalau lambung itu sangat penting? Ya seperti itulah ibu bagiku. Kita tidak akan bisa hidup dengan baik tanpa lambung. Sama halnya dengan aku dan semua anak lainnya tidak akan bisa hidup dengan baik tanpa kasih sayang atau setidaknya kehadiran seorang ibu. Seorang yang tidak atau kurang mendapat kasih sayang ibu akan terlihat berbeda perilakunya. Mereka bisa saja lebih kasar atau kurang beradab. Karena seorang ibu tidak bisa digantikan perannya oleh seorang bapak. Namun jika sebaliknya justru tidak apa. Banyak anak yatim yang sukses dan berbudi baik berkat didikan ibu mereka. Itulah keistimewaan seorang ibu. Bisa menjadi seorang ibu sekaligus seorang ayah.

Ibuku memang tidak lembut seperti wanita pada umumnya. Beliau tegas cenderung galak. Namun itu tidak berarti bahwa beliau bukan penyayang. Aku selalu ingat saat kecil aku pernah sakit selama seminggu dan ibuku selalu berurai air mata setiap menyuapiku. Seiring berjalannya waktu baru aku memahami bahwa sikapnya yang tegas itu adalah caranya mendidik agar aku tidak manja dan cengeng. Cara mendidiknya itu terbukti efektif. Banyak orang yang aku kenal mengakui bahwa aku pemberani dan tentunya tidak cengeng.


“Jadi perempuan itu harus feminin namun gak berarti kelewat lembut yang justru membuat kita terlihat lemah”, ujar ibuku. Kata-kata itu selalu terngiang dan mungkin terpatri dalam ingatanku. Jika aku sedang lelah dan tak bersemangat, aku mengingat kata-kata itu dan aku menjadi kuat lagi. Ada lagi petuahnya yang sungguh dahsyat. “Jangan mengandalkan orang lain, gak akan ada orang yang bisa membantu banyak. Hanya diri kita yang dapat membantu diri kita sendiri,” tuturnya sambil menjahit bajuku yang robek.

Aku selalu menceritakan banyak hal kepada ibuku. Tetapi tidak semua hal aku ceritakan padanya. Terkadang aku juga ingin memiliki privacy. Embungku pun memahami keinginanku itu. Ia seperti tahu dari caraku berbicara, jika menurutku itu tak ingin aku ceritakan maka ibuku tidak akan bertanya lebih lanjut. Namun tak jarang ibuku tahu dengan sendirinya tentang hal itu. Entah karena firasat seorang ibu atau bagaimana caranya, yang jelas ibuku cukup cerdik untuk tahu banyak hal yang aku sembunyikan. Kalau meminjam istilah anak sekarang, ibuku itu orang yang kepo. Sepertinya itu menurun kepadaku.

Manusia memiliki kekurangan dan kelebihan, begitu pula ibuku. Terlepas dari itu semua, aku sangat menyayanginya. Aku tak pernah sakit hati jika ia marah dan berbicara dengan nada yang tinggi. Aku hanya diam dan membiarkannya meluapkan segala kekesalan. Tak lama setelah itu ibuku akan baik seperti sedia kala. Tak pernah sekalipun terlintas aku ingin punya ibu seperti si ‘A’ atau si ‘B’ karena ibuku adalah yang terbaik yang aku punya. Embung yang selalu dekat, merekat erat seperti lambung dalam tubuhku. 


Tulisan ini disertakan dalam kegiatan Nulis Bareng Ibu. Tulisan lainnya dapat diakses di website http://nulisbarengibu.com 
  

Sabtu, 24 Januari 2015

Entah

Dari dasar hati, dari kedalaman jiwa, ingin ku segera beranjak dari kesemuan ini..


betapa kuingin menembus batas, yg seolah tak bergeming ketika kusapa..

Gamang, ragu, amarah..

Adalah lagu-lagu sumbang yang tak selayaknya kudendangkan..

Jikalau rasa dapat bicara..

Mungkin semua akan habis tersingkap, dan tak ada lagi sesuatu yang kusebut rahasia..

biarlah waktu dan Sang Pemiliknya yang memberi..

Sabar dan ikhlas adalah sahabat terbaik yang harus dipelihara..

cita akan kujemput segera,, kupeluk dan tak akan kulepas..



*catatan hati seorang perindu*





Kereta itu Bernama Matarmaja

Selamat pagi dunia,

Kali ini aku mau flashback perjalanan aku ke Bromo.

Oktober 2012


Stasiun Pasar Senen menjadi tempat awal keberangkatan kami. Kami itu siapa? Kami itu terdiri dari aku dan 11 teman lainnya yang kukenal melalui sebuah trip organizer. Kami naik kereta Ekonomi Jurusan Jakarta-Malang yang sudah sangat terkenal di kalangan backpacker yaitu kereta Matarmaja. 


                           
                    inilah beberapa wajah (kami) saat menunggu keberangkatan di Stasiun Senen 


Aku merasa beruntung atau apalah namanya itu, pernah merasakan bagaimana kereta ekonomi yang sebenarnya. Istilah "ada harga, ada rupa" memang benar dan terbukti dengan perjalanan ini. Jujur, itu adalah kali pertama aku naik kereta ekonomi. Sebelumnya aku selalu naik kereta eksekutif atau bisnis. Kereta ekonomi yang dulu benar-benar sesuai dengan harganya yang sangat murah. Kursinya keras dan tentunya panas karena tidak dipasang AC tetapi hanya kipas angin. Benar-benar jauh dari kata nyaman, bahkan jendela kereta banyak yang rusak. Keadaan dalam kereta juga tak sedap dipandang mata. Banyak sekali pedagang yang keluar masuk. Terlebih lagi saat berhenti agak lama di suatu stasiun, maka para pengamen akan masuk ke kereta. Awalnya aku agak frustasi melihat pemandangan tersebut, ditambah saat mengingat 18 jam perjalanan yang harus ditempuh. Apa yang harus aku lakukan untuk membunuh waktu?

                                
                                   Kaca Jendela Matarmaja yang retak.. hiks

Ternyata kekhawatiran dan kegelisahanku tak jadi kenyataan. Bersyukur aku memiliki teman perjalanan yang menyenangkan. Kami bercerita tentang pengalaman traveling masing-masing. Banyak hal mengagumkan yang mereka punya. Bosan bercerita kami bermain kartu. Setelah bosan, kami lanjut bercerita lagi dan tak hentinya tertawa. Ada yang cerita tentang film horror Indonesia yang aneh, hingga alay (cabe-cabean) ala Bekasi pinggiran. Saking serunya bercerita, kami sampai tak tahu waktu. Sudah jam 9 malam masih berisik dan akhirnya diomelin oleh seorang ibu yang anaknya tidak bisa tidur karena berisik. Hahaha.. Sungguh 18 jam tak berasa lama saat bersama mereka yang kini bernama Geng Gahoel...



                                            Bermain kartu untuk membunuh waktu



Ini ceritaku, mana ceritamu?



Rabu, 21 Januari 2015

Backpacker?

Hello universe,


Dari dulu aku memang suka banget traveling tapi rasanya aku baru sadar bahwa aku mulai kecanduan traveling sejak aku jalan-jalan ke Bromo pada bulan Oktober 2012. Sebelumnya aku sudah pernah mengelilingi beberapa tempat di Pulau Jawa dan Bali. Ada yang bersama keluarga namun ada juga bersama teman-teman dengan memanfaatkan jatah gratis saat mengikuti lomba-lomba yang mewakili kampus. 

Trip Bromo merupakan awal aku mengenal bagaimana cara melakukan trip ala backpacker. Namun trip ini bukan aku gagas sendiri tetapi mengikuti sebuah open trip yang direkomendasikan oleh seorang teman. Dia pun ikut dalam Trip Bromo ini. Trip ala backpacker itu memiliki seni tersendiri. Karena kita harus menghemat budget sedemikian rupa sehingga kita bisa harus rela bersusah-susah. Tapi jangan salah, banyak keuntungan yang didapat jika kita traveling ala backpacker. Kita bisa mengunjungi banyak tempat sekaligus, mendapat banyak teman baru, mengenal orang-orang sekitar, dan masih banyak lagi.



Untuk kamu-kamu (iya kamu) yang belum pernah mencoba traveling ala backpacker. Saya anjurkan untuk segera mencoba. Rasakan sensasi serunya dan kamu akan ketagihan. Jika sebelumnya mungkin kamu hanya jalan-jalan setahun sekali atau dua kali, maka kamu pasti ingin lagi dan lagi. Frekuensi traveling kamu bisa jadi sebulan sekali atau bahkan seminggu sekali.. hahayy...You live only once, make it fun and memorable









Sabtu, 17 Januari 2015

Assalamu'alaikum Blogger

Assalamu'alaikum blogger,

Sebenarnya ini bukanlah blog pertamaku, aku pernah memiliki blog namun sudah lama tak aku isi sehingga aku lupa email dan password yang aku gunakan untuk blog itu. Baiklah tak usah memikirkan yang telah lalu, sekarang aku harus memulai lagi yang baru. Semoga aku rajin mengisi blog baru ini sehingga tidak usang lagi seperti blog sebelumnya.

Beberapa postingan akan aku ambil dari blogku yang lama dan selebihnya adalah tulisan-tulisanku yang baru. Oh iya secara garis besar blogku akan memuat tentang traveling dan mungkin sedikit tentang fashion. Kebetulan aku memang hobi traveling dan memiliki sebuah trip organizer kecil-kecilan bernama Tripolicious. Tripolicious dibuat bersama dengan temanku yang bernama Siska dan Yipi yang sering membantu beberapa trip saat aku tidak bisa menemani para customer. Namun beberapa bulan ini agak vakum karena kesibukanku dan keasikanku naik gunung tanpa membawa brand organizer milikku. Semoga setelah musim hujan 2015 selesai aku dapat meneruskan jejak Tripolicious lagi.

Tunggu postingan selanjutnya ya...



Khansamnida...Anneyeong Haseo...